Depok, NarasiTerbuka - Dibalik setiap senyum bahagia mahasiswa yang lolos program MSIB, tersimpan cerita perjuangan yang penuh peluh dan air mata. Tak sedikit yang harus jatuh bangun, berkali kali gagal dan nyaris menyerah. Namun, mereka yang bertahan seperti Hanum, membuktikan bahwa semangat juang yang tak padam bisa mengantarkan pada keberhasilan.
Hanum
adalah mahasiswa jurnalistik semester lima yang akhirnya brhasil menembus
program Magang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) batch tujuh. Tetes
keringat, malam tanpa tidur, dan berulang kali menata semangat kembali itulah
yang dialami oleh Hanum, Sejak awal kuliah, Hanum sudah bercita cita untuk
terjun ke media ternama di Indonesia. Ketika mendengar tentang MSIB, Hanum
merasa inilah jalan terbaik untuk belajar langsung dari para praktisi. Ditengah
persaingan ketat dan rasa ragu menyelimuti, Hanum membuktikan suatu hal, semangat
juang adalah kunci yang mampu membuka pintu peluang.
Perjuangan
menuju keberhasilan di program MSIB bukanlah suatu hal yang mudah. Proses
sleksi yang panjang, persyaratan dokumen, wawancara, hingga penyesuaian
kemampuan teknis dan soft skill menjadi tantangan tersendiri. Namun, Hanum
memegang prinsip bahwa kegigihan akan selalu menemukan jalannnya.
Hanum mengatur waktunya dengan
sangat disiplin, mengurangi waktu bermain media sosial, dan fokus pada target.
Bagi Hanum, semangat juang bukan soal seberapa besar usaha yang ditunjukan di
depan orang lain, tapi seberapa kuat ia bertahan saat tidak ada yang
menyaksikan perjuangannya.
Hanum memperisiapkan diri untuk
mendaftar MSIB selama 5 bulan, dalam waktu 5 bulan Hanum terus belajar dalam
hal akademik maupun non akademik, seperti mengirim tulisan kemedia yang besar,
mengikuti organisasi, dan terus belajar untuk mendapatkan IPK yang memuaskan.
Semangat juang Hanum berangkat dari keinginannya untuk berkembang dan tidak
hanya diam di zona nyamanya sangat besar.
Semangat juang Hanum diuji saat
sempat gagal dalam keloter pertama. Hanum sempat kehilangan semangat sebab MSIB
satu-satunya harapan hanum untuk magang karna baik dari keluarga maupun
lingkungan Hanum tidak memiliki latar
belakang yang bekerja di media. Namun Hanum tidak menyerah, Hanum justru
menganggap kegagalan itu sebagai bahan evaluasi.
Ketika pengumuman keloter ke dua
keluar, Hanum hampir tak percaya bahwa namanya tercantum sebagai perserta yang
lolos. Tangis haru pecah. Bukan karna Hanum berhasil, tetapi karna Hanum tahu betul
apa saja yang telah Hanum lewati untuk sampai dititik itu.
Kisah Hanum bukan satu-satunya.
Banyak mahasiswa lain yang kini bergabung dalam MSIB karena tidak menyerah
dipercobaan pertama. Semangat juang mereka menjadi bahan bakar untuk terus
mencoba, belajar dari kegagalan, dan bangkit lebih kuat.
Program MSIB sendiri memberi ruang
bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus, bergabung dengan indrustri,
startup, dan lembaga lainnya untuk mengasah keterampilan sesuai kebutuhan dunia
kerja. Namun, yang lebih penting dari itu adalah bagaimana mahasiswa mampu
melewati tantangan awal dan menunjukan keberanian untuk melangkah.
Dalam kehidupan, semangat juang
adalah pondasi utama untuk meraih apa yang ditampilkan. Tidak semua orang
langsung berhasil, tapi mereka yang pantang menyerah selalu punya peluang untuk
bangkit dan menang. Seperti Hanum yang kini telah menjalankan intership di
salah satu media ternama di Indonesia.
Bagi Hanum bukan tentang siapa yang
paling cepat, tapi siapa yang berani terus melangkah maju dan keluar dari zona
nyamannya untuk sebuah keberhasilan.
